5 Objek Wisata Di Taman Ismail Marzuki

taman ismail marzuki malam hari

ADA APA AJA SIH DI TAMAN ISMAIL MARZUKI ?

1. Cinema XXI

Cinema XXI TIM

Nah, kalo ini udah pasti pada tau kan? Ini juga nih salah satu yang ga bikin bosen ke TIM, ada teater XXI nya, iyalah ga bosen kan filmnya ganti-ganti! Yang diliat kan filmnya, haha. Oiya, kalo mau nonton emang ini jadi salah satu tempat favorit saya kalau weekend, selain tempatnya dekat dari kosan, ga terlalu ramai, dan sesuai dengan tujuan saya yaitu nonton (soalnya kalau harus ke Mall biasanya merembet ke yang lain-lain #ehh) dan satu lagi, nonton di TIM itu harganya lumayan lebih murah daripada yang lain. Update terakhir saat saya menulis ini harganya adalah Senin-Kamis 30k, Jumat 35k dan Sabtu-Minggu 40k (ehh, udah naik ya, dulu saya kesini hari minggu harganya 70 berdua :v)

2. Toko Buku

warung buku

Usai nonton, biasanya saya berjalan ke sisi kanan dari studio XXI ini, di pojok gedung ini ada sebuah toko buku. Saya suka kesini meski cuma melihat-lihat. Koleksinya banyak. Banyak sekali, bahkan sampai buku-buku tua, dan mungkin juga buku langka. Selalu, kalau ke TIM harus wajib banget kesini. Sekedar baca-baca karya sastra jaman dulu, kadang pengen banget beli, tapi ingat kantong anak kos dan anak kuliahan, ya beginilah saya T.T

3. Planetarium 

Kalau mau ke planetarium saat weekend, saya sarankan datangnya pagi-pagi. Show dimulainya sih jam 10 pagi, tapi kalau saya kemarin jam set 10 baru sampai disana, tiketnya udah abis. Untung ada temen yang udah nyampe duluan, jadi sempat dapat. Dan lebih baik segera masuk, soalnya kalo udah jam mepet kaya saya, pas masuk itu udah penuh semua dan dapet duduk paling depan. Posisinya kurang enak soalnya kudu ndangak banget. Ndangak itu, bahasa indonesianya mungkin “menengadah”.

gedung depan planetarium

Nah, kalau shownya sendiri asik banget, meski hanya sederhana tapi menyenangkan (maklum waktu itu baru pertama kali). Dan, di pengalaman pertama saya itu, saya merasa sangat excited dan bahagia banget. Ketika show dimulai, semua penerangan dalam ruangan itu dimatikan, dan mulai muncul begitu banyak bintang dilangit-langit ruang pertunjukan. Dan, anak-anak yang ada didalam berteriak histeris, sorak sorai bahkan bertepuk tangan dan berteriak “yeeey” termasuk saya dan mbak desi yang terbawa suasana kebahagiaan anak-anak ini, gila, itu rasanya bahagia banget! Agak lebay, tapi rasanya jarang sekali saya sampai bertepuk tangan, berteriak dan tertawa sebebas dan sebahagia itu. Bener deh, atmosfer keceriaan anak-anak ini kuat sekali. Btw, saya juga baru sadar kalau diruangan itu banyak sekali anak-anaknya setelah teriakan-teriakan mereka, maklum pas masuk ruangan itu sudah redup sekali. Dan ga bisa ambil foto juga, gelap doang.

Keluar dari ruang pertunjukan kita bisa menjelajah Museum yang ada di Planetarium ini. Nah, itu Mbak Desi. Planet aja dipeluk., apalagi kamu (?)

Show berjalan kurang lebih 1,5 jam. Disana ada seorang moderator yang baik hati menjelaskan berbagai hal mengenai tata surya kepada kami, termasuk beberapa kali diselingi candaan yang menurut kami hambar, tapi oke lah, nice try pak, i like your voice! Haha.

Nah kan, meluk planet lagi. Meluk kamu kapan?

Dan lagi-lagi setiap ada gambar yang muncul, misal rasi bintang pegasus atau planet atau setiap apa yang ditampilkan dilangit-langit saat itu, anak-anak kembali berteriak dan bersorak gembira *saya juga. Haha, tapi agak tengeng juga sih harus puter-puter kepala, tapi asik! Keren! Kesini lagi? MAU! Oiya, biaya masuknya cukup 10 ribu aja 😀